00.15

Pengelolaan Kesuburan Tanah Sulfat Masam (Bagian 4.G)

Pengelolaan Kesuburan Tanah Sulfat Masam*
Oleh: Masayu Rodiah** dan Abdul Madjid Rohim***

(Bagian 4.G dari 5 Posting)

Keterangan:
* : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah, Program Studi Ilmu Tanaman, Program Magister (S2), Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya. Palembang, Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
** : Program Studi Ilmu Tanaman, Program Magister (S2), Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya. Palembang, Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
*** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah, Program Studi Ilmu Tanaman, Program Magister (S2), Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya. Palembang, Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia.

(Bagian 4.G dari 5 Posting)


G. Perikanan

Penelitian komponen perikanan dalam sistem usahatani di lahan pasang surut dan rawa telah dilakukan sejak 1985/86 di Kertamulia Patratani mewakili lahan rawa, Sungai Lempung di Lubuk Lampan mewakili rawa banjiran, lahan pasang surut di tepi Sungai Musi Mariana, lahan potensial di Karang Agung Ulu, lahan Salin di Delta Upang, dan lahan lebak di Kayu Agung Sumatera Selatan. Sedangkan di wilayah Kalimantan yang mewakili lahan pasang surut dan sulfat masam di daerah Parit Keladi dan Palingkau. Sistem usahatani perikanan diartikan sebagai penelitian di lahan petani (Kasrino et al., 1989 dan Partohardjo, 1989) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan pemanfaatan sumberdaya secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penerapan teknologi atau paket teknologi usahatani yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosio-ekonomi yang ada di daerah (Manwan dan Oka, 1988).

Penelitian perikanan menunjang program usahatani dibagi atas dua jenis kegiatan yaitu (1) penelitian perikanan yang bersifat komponen dan (2) penelitian dalam usahatani terpadu. Dalam kegiatan komponen dititik beratkan kepada perekayasaan tata air dan manajemen kolam, produksi benih ikan, kesesuaian komoditas, dan sistem budidaya. Dalam usahatani terpadu, titik berat diberikan kepada optimasi pemanfaatan lahan dengan berbagai komoditas.


Penelitian ikan telah dilakukan di lahan potensial, lahan lebak, lahan pasang surut mempunyai pH air yang relatif lebih baik 4-5 dibandingkan dengan lahan sulfat masam dengan hasil produksi yang bervariasi. Jumlah kapur yang ditambahkan pada lahan potensial 5 t/ha, sedangkan pada lahan sulfat masam dosis pengapuran sekitar 10 t/ha. Kendala yang sering dijumpai pada kolamkolam yang dibangun di lahan pasang surut yang ber-pH air 4 adalah rembesan air dari pematang dan masuknya air hujan yang jatuh dari tepi pematang ke dalam kolam. Air tersebut menyebabkan pH air kolam turun mendadak sampai <3 sehingga menyebabkan ikan mati. Jenis ikan yang dipelihara antara lain ikan patin, tembakang, lele, gurame, dan nila merah. Ikan tersebut dapat beradaptasi dengan perubahan pH air kolam yang pada umumnya turun di waktu hujan. Untuk mengatasi penurunan pH di waktu hujan, maka pembuatan kolam harus dilakukan sebagai berikut : 1) lapisan atas tanah 0-10 cm dikupas kemudian hasil tanah kupasan tersebut ditempatkan pada lokasi yang aman, 2) penggalian kolam dilakukan sampai kedalaman tertentu biasanya antara 1-1,2 m, 3) setelah penggalian kolam selesai lalu pembuatan galengan kolam disusun seperti tangga (2-3 tangga) lalu guludan itu ditutup dengan tanah lapisan atas yang kita simpan itu, 4) pengapuran kolam baru dilaksanakan dengan dosis 5-10 ton kaptan/ha. Pada pemeliharaan yang dilakukan polikultur diharapkan ikan dapat memanfaatkan organisme plankton seperti ikan nila sedangkan organisme yang hidup di dasar kolam diharapkan dapat menjadi makanan ikan patin. Sedangkan untuk monokultur, ikan diberi tambahan pakan pelet dan sisa makanan.



Bersambung ke bagian 5 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini:


Pustaka:

Madjid, A. R. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah, (2) Kesuburan Tanah, dan (3) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. http://dasar2ilmutanah.blogspot.com.

2 comments:

samad mengatakan...

ijin di copy buat bahan referensi tugas kesuburan tanah hutan.

Muji Phmetermurah mengatakan...

Jual Alat PH Meter tanah :
1.pH Meter Tanah Manual
2.pH Meter Digital 4in1 AMT300
3.NPK Soil Fertility
4.pH Meter Tanah Manual Peluru Pendek
5.pH Meter Tanah Peluru Panjang


Info lengkap kunjungi phmetermurah.com